SEJARAH PKMI

 

  Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI), dahulu bernama PUSSI, Perkumpulan Untuk Sterilisasi Sukarela Indonesia, didirikan 4 tahun sesudah Program Keluarga Berencana Nasional yang sekarang menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

  PKMI yang dahulu bernama PUSSI, didirikan setahun setelah kunjungan satu rombongan peserta Kongres International ke II World Federation Association Voluntary Sterilization yang diselenggarakan di Genewa, Swiss dari tanggal 25 April sampai dengan 01 Maret 1973. 

  Dalam membantu Kongres International itu, USAID Washington menyediakan dana untuk pengiriman peserta dari Indonesia dan beberapa negara-negara lain. Untuk itu, Dr. Jarret Clinton dari USAID Jakarta meminta kepada Prof. Joedono yang waktu itu menjabat sebagai Deputy II BKKBN, untuk mengumpulkan nama-nama teman sejawat yang kiranya mempunyai kemampuan dan pengaruh untuk mengembangkan cara kontrasepsi sterilisasi sukarela di Indonesia yang berpola pada prinsip oleh masyarakat, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Karena pada waktu itu program BKKBN baru diselenggarakan di 6 (enam) provinsi yakni di pulau Jawa dan pulau Bali, maka dipilihlah nama dari ke 6 (enam) provinsi tersebut, yakni:

 

Dari Jakarta​

  • Prof. Hanifa Wiknjosastro, Bagian Kebidanan FK-UI

  • Dr. Majen Jaka Sutadiwirya, Sekjen Depkes RI

  • Dr. Sudraji Sumapraja, Bagian Kebidanan FK-UI

  • Dr. Lukas Hendrata, DGI

  • DR. Sajid Warsito, LKB ABRI

  • Dr. S. Sabaruddin, Pospartum Program BKKBN

Dari Bandung 

  • Prof. Sulaiman Sastrawinata, Bagian Kebidanan FK-UNPAD

Dari Semarang

  • Prof. Heyder bin Heyder, Ahli Bedah Univ. Diponegoro

Dari Surabaya

  • Prof. M. Haryono Soedigdomarto, Bagian Kebidanan FK-UNAIR

  • Dr. Soedarto, Angkatan Laut

Dari Yogyakarta

  • Prof. Suwasono, Dekan FK-UGM

Dari Denpasar

  • Dr. I.G.B Manuaba, Bagian Kebidanan FK-UDAYANA

  Sekembali dari Genewa atas prakarsa Prof. Hanifa Wiknjosastro dan kawan-kawannya, mendirikan Perkumpulan untuk Sterilisasi Sukarela Indonesia disingkat PUSSI dimana beliau menjabat sebagai ketua PUSSI pertama dari tahun 1974 sampai dengan 1978. Tujuan didirikannya PUSSI ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat melalui kontrasepsi mantap (kontap).

  Perkembangan selanjutnya ialah PUSSI diterima sebagai anggota World Federation dan ikut pada Kongres International berikutnya di Tunisia. Semenjak semula PUSSI memang mendapat kepercayaan dan bantuan dari Association Voluntary Sterilization yang berkedudukan di New York dan merupakan salah satu anggota dari World Federation World Association Voluntary Sterlization.

  PUSSI berkembang pesat. Dalam World Congress tahun 1977 di Geneva Prof. Hanifa Wiknjosastro dipilih sebagai Presdien Elect. Dalam kongres di Soul Prof. Hanifa Wiknjosastreo menjadi presiden. Pada masa jabatan Prof. Hanifa Wiknjosastro sebagai World Federation, istilah Voluntary Sterilization diganti menjadi Voluntary Surgical Contraception dengan maksud yang dapat dimengerti. Sejalan dengan ini maka nama World Federationn Association Voluntary Sterilization diganti menjadi World Federation of Health Agencies for the Advancement of Voluntary Surgical Contraception. Singkatan nama WF-AVS menjadi WF-HA-AVSC.

  Mengikuti perubahan nama World Federation, maka PUSSI melalui Kongresnya yang ke II di Palembang yang diselenggarakan pada tanggal 23 - 25 April 1981, mengganti namanya menjadi Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI). 

  Sejak tanggal 15 September 1983 PKMI Pusat sudah memiliki gedung sendiri di Jalan Malabar No. 87 Jakarta Selatan. Setahun kemudian sekretariat PKMI membeli gedung dan pindah ke Jl. Kramat Sentiong No. 49 A, Jakarta Pusat sampai dengan sekarang

KETUA PKMI
DARI MASA KE MASA

© 2022 by PKMI Pusat